Hai teman-teman,apa kabar?
Sekarang saya akan membahas tentang “Bulan Bahasa.” Bulan
Oktober diidentikkan dengan bulan bahasa. Mengapa ya? Jawabannya karena pada 28
Oktober 1928 para pendahulu bangsa kita mencetuskan Sumpah Pemuda dengan
bahasa, bahasa Indonesia, sebagai butir ketiganya. Belakangan, bulan Oktober
tidak disebut sebagai bulan bahasa saja, tapi bulan bahasa dan sastra. Ini
seharusnya dilakukan sejak lama. Sebab meskipun bahan dasar sastra merupakan
bahasa, kompleksitasnya kadang melampaui bahasa.
Bahasa Indonesia lahir sebagai jembatan atas kemajemukan nusantara.Di Indonesia kan ada ratusan bahasa daerah, jumlahnya sekitar 442 bahasa daerah. Kebayang dong kalau kita ngomong dengan orang lain menggunakan bahasa daerah masing-masing? Pasti ribet. Makanya, bahasa Indonesia yang berakar dari bahasa Melayu ditetapkan sebagai bahasa penghubung (lingua franca) dan menjadi alat pemersatu bangsa.
Bahasa Indonesia lahir sebagai jembatan atas kemajemukan nusantara.Di Indonesia kan ada ratusan bahasa daerah, jumlahnya sekitar 442 bahasa daerah. Kebayang dong kalau kita ngomong dengan orang lain menggunakan bahasa daerah masing-masing? Pasti ribet. Makanya, bahasa Indonesia yang berakar dari bahasa Melayu ditetapkan sebagai bahasa penghubung (lingua franca) dan menjadi alat pemersatu bangsa.
Nah,maka dari itu sebagai warga negara Indonesia kita wajib untuk memperingatinya.Dalam bulan bahasa,sekolah
saya mengadakan berbagai macam perlombaan dengan tujuan agar para siswa menjadi
lebih tertarik untuk memperingati bulan bahasa.
Acara peringatan bulan bahasa ini dilaksanakan pada tanggal 25,26,dan 28
Oktober.Panitia bulan bahasa sekolah saya menghadirkan berbagai macam
perlombaan antara lain:
1.
Lomba tutur cerita rakyat
2.
Lomba baca puisi
3.
Lomba rangking 1
5. Lomba menirukan tokoh
6. Lomba melawak
Dari beberapa perlombaan tersebut ada banyak keseruan lho,mulai dari persiapan
sampai babak final.
Berikut beberapa gambar dari kegiatan tersebut













